13 Penyakit Umum pada Balita agar Bunda Waspada
Saat usianya masih di bawah lima tahun, sistem
kekebalan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna. Jadi, si Kecil masih
sangat mudah t...
1 Tahun Kesehatan
Ditulis oleh : Tim Penulis
Ditinjau oleh : Dr.
dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 18 Mei 2026
Bagikanlah artikel ini kepada teman/tetangga yang
punya anak balita.![]()
![]()
Saat usianya masih di bawah lima tahun,
sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna. Jadi, si Kecil
masih sangat mudah terserang berbagai macam penyakit. Walau begitu, Ibu
tidak perlu khawatir berlebihan, karena sebagian besar penyakit pada anak tidak
termasuk golongan serius.
Ketika ditangani dengan tepat, umumnya
penyakit hanya menimbulkan rasa tidak nyaman dan bersifat sementara.
Penyakit
yang Sering Terjadi pada Anak Balita
Ibu perlu mengenali penyakit apa
saja yang sering menyerang balita sehingga bisa memberikan pertolongan yang
tepat dan efektif.
Pertolongan yang tepat dan efektif akan
membantu si Kecil untuk sembuh lebih cepat dan terhindar dari komplikasi atau
infeksi lanjutan. Berikut daftar penyakit yang sering menimpa anak
balita:
1.
Demam
Saat Ibu meraba tubuh si Kecil
dan suhu tubuhnya terasa lebih panas daripada biasanya, ini
bisa jadi bahwa tubuhnya sedang berusaha untuk mengenali dan melawan infeksi
patogen (mikroorganisme jahat).
Anak demam dapat dikatakan demam ketika
suhunya mencapai 38 derajat celcius atau lebih. Suhu tinggi tersebut diproduksi
oleh tubuh untuk membuat patogen kesulitan bertahan hidup.
Ibu tidak perlu terlalu khawatir ketika
anak demam namun masih dapat bermain dengan aktif, tersenyum, bernafas dengan
normal, dan dapat merespon stimulasi yang diberikan lingkungan dengan baik.
Biasanya demam akan bertahan selama 3 sampai 4 hari.
Namun, Ibu perlu waspada ketika demam
pada anak tidak kunjung reda setelah hari ke-5 dan disertai dengan ruam
kulit, kesulitan bernafas, dehidrasi, tidak mau makan, muntah, kesulitan dalam
merespon stimulus, atau kejang
Jika menemukan tanda-tanda tersebut,
segera hubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan
diagnosis yang tepat.
Di rumah, pertolongan pertama yang bisa
Ibu lakukan adalah memberikan asupan cairan yang cukup agar tidak
dehidrasi.
Kemudian, Ibu dapat memberikan obat
penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun pastikan baca aturan
pakai yang ada dalam kemasan atau berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter
anak jika Ibu merasa tidak yakin.
2.
Pilek
Pada umumnya, virus pilek atau common
cold menyerang pada musim hujan atau masa pancaroba. Virus ini sangat mudah
menyebar di dalam ruangan dan sangat mudah menginfeksi balita.
Hal ini disebabkan oleh pertahanan
tubuh balita yang belum sempurna, ditambah lagi dengan kebiasaan balita yang
sering memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut. Jadi, mikroorganisme
dengan mudah masuk ke dalam tubuhnya.
Bahkan, menurut penelitian, anak di
bawah usia 2 tahun rata-rata terserang pilek sebanyak 8 hingga 10 kali dalam 1
tahun.
Nah, balita yang terserang pilek akan
menunjukkan beberapa gejala seperti:
- Bersin-bersin.
- Hidung berlendir.
- Sakit kepala.
- Radang tenggorokan.
- Batuk-batuk.
- Hidung tersumbat.
- Demam.
Sayangnya, tidak ada obat tunggal
maupun antivirus yang dapat menyembuhkan pilek, Bu. Jadi, yang dapat Ibu
lakukan adalah membantu si Kecil agar penyembuhannya lebih cepat melalui
beberapa cara.
Jika balita Ibu masih minum ASI,
berikan dalam jumlah yang lebih banyak, beserta air putih hangat atau jus buah
(tanpa tambahan gula) sebagai sumber cairan tambahan. Tubuh yang terhidrasi
dengan baik akan membantu mengencerkan dahak.
Kemudian, untuk meredakan hidungnya
yang tersumbat, Ibu bisa menggunakan obat tetes hidung atau meneteskan air
garam steril. Atau, Ibu juga bisa menyedot cairan dari hidungnya dengan
menggunakan bantuan alat berupa bola karet yang dilekatkan kateter karet lunak
atau plastik.
Bila pilek berlangsung lebih dari 10
hari, sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter anak, ya. Pasalnya, ada banyak
penyakit pada anak usia dini yang perlu di-treatment dengan baik sejak kecil,
seperti asma.
3.
Batuk
Selain pilek, anak seringkali terserang
batuk. Namun, batuk ternyata bukan sebuah penyakit, Bu. Batuk adalah gejala
yang muncul sebagai bentuk pertahanan diri terhadap gangguan atau penyakit di
saluran pernapasan.
Dengan batuk, tubuh si Kecil berusaha
mengeluarkan zat-zat asing di saluran pernapasan, termasuk lendir dan kuman
penyebab penyakit.
Walau bukan termasuk ke dalam kategori
penyakit, namun batuk yang tingkat keparahannya tinggi tentu akan mengganggu
tidur dan aktivitas sehari-hari si Kecil.
Untuk bantu meredakan batuk pada anak,
Ibu dapat memberikan:
- Air putih hangat.
- Gargling (berkumur-kumur dengan dengan air garam.
- Memberikan air lemon hangat.
- Jika perlu minum obat pelancar batuk.
Jika batuk tetap membandel dan tidak
segera reda, Ibu perlu mengajak si Kecil ke dokter untuk menemukan dan
mengobati penyakit dasarnya. Jadi, gejala batuk bisa mereda.
4.
Diare
Bila frekuensi BAB anak menjadi lebih
sering dan fesesnya lebih encer (berair), berarti si Kecil mengalami
diare.
Pada umumnya diare disebabkan oleh
infeksi bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah alergi makanan dan reaksi
terhadap obat.
Diare biasanya tidak berbahaya dan hanya
menyebabkan dehidrasi ringan seperti mulut yang sedikit kering, lebih sering
haus, dan berkurangnya urin.
Hal yang harus Ibu lakukan adalah
menjaga kecukupan asupan cairan si Kecil dengan memberikannya minum dalam
jumlah banyak, bisa berupa air putih, cairan elektrolit (oralit), atau minuman
manis.
Jika diare tergolong parah dan terus
berlangsung lebih dari 24 jam, sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter
anak.
5.
Mual dan Muntah
Jika si Kecil memuntahkan makanan dari
mulutnya, Ibu jangan panik dulu, karena itu bisa jadi reaksinya saat
diperkenalkan dengan beberapa makanan baru atau terlalu banyak makan.
Kalau tidak, bisa juga karena si Kecil mengalami alergi pada makanan yang
diberikan.
6.
Cacar Air
Penyakit ini memperlihatkan gejala khas
berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang beberapa hari kemudian berubah
menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan
menimbulkan rasa gatal.
Untuk mengatasinya, Ibu bisa
mengoleskan krim untuk membantu mengurangi rasa gatal. Kalau si Kecil
mengalami demam, berikan obat penurun demam.
Pemberian vaksin akan mampu menangkal
serangan cacar air secara efektif. Namun, meski si Kecil tidak
mendapatkannya, cacar air biasanya akan sembuh dengan sendirinya.
Harap ingat ya Bu, virus cacar air
sangat mudah menular. Jadi, sebaiknya Ibu tidak membolehkan balita keluar rumah
sampai ia benar-benar sembuh.
7.
Campak
Ada macam-macam penyakit pada bayi,
salah satunya campak. Penyakit yang disebabkan oleh virus campak atau morbili
ini menimbulkan bercak-bercak merah yang menyebar ke seluruh tubuh si Kecil.
Sebelum bercak merah timbul, si Kecil
mengalami demam tinggi yang turun naik dan terkadang juga disertai diare.
Umumnya jika bercak merah sudah keluar, maka demam akan turun dengan
sendirinya. Bercak merah nantinya akan menjadi kehitaman sampai akhirnya
menghilang.
Ibu bisa melakukan pengobatan untuk
menangani gejala yang timbul, yaitu dengan memberikan obat penurun demam dan
obat diare. Bila setelah 1-2 hari pengobatan, gejala-gejala yang timbul membaik,
maka si Kecil cukup dirawat di rumah saja. Tapi kalau gejala-gejala tidak
kunjung membaik setelah diberikan pengobatan, maka Ibu harus segera membawanya
ke rumah sakit.
Campak tergolong penyakit menular lho
Bu, jadi bila si Kecil dirawat di rumah, pastikan ia ditempatkan di tempat
tersendiri agar tidak menularkan ke orang lain. Akan lebih baik bila Ibu
melakukan pencegahan dengan memberikan imunisasi campak kepada si Kecil.
8.
Masalah Kulit
Terdapat beragam gangguan pada kulit
balita dengan penyebab yang berbeda-beda. Dermatitis atopik merupakan penyakit
kulit yang paling umum diidap anak. Penyebabnya adalah alergi atau kulit yang
sangat sensitif. Si Kecil akan merasa gatal dan kulitnya terlihat kemerahan,
pecah, dan mengelupas.
Ada pula impetigo yang disebabkan oleh
infeksi bakteri dan ditandai dengan bintik-bintik di sekitar mulut dan hidung.
Penyakit kulit lainnya yang bisa menyerang balita adalah kudisan. Bila si Kecil
mengalami masalah kulit, ada baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak.
9.
Infeksi Telinga Tengah
Infeksi pada telinga tengah umumnya
disebabkan oleh virus dan menyertai pilek.
Gejala-gejalanya antara lain demam,
keluarnya cairan bening dari salah satu atau kedua telinga, dan pusing.
Infeksi ini biasanya akan sembuh dalam
beberapa hari. Namun, Ibu dapat memberikan obat turun panas untuk meringankan
demam.
Perlu diperhatikan ya Bu, infeksi
telinga tengah yang terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan congek, dimana
cairan lengket di dalam telinga mengumpul dan mempengaruhi pendengaran. Jika
hal ini terjadi, segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak, ya.
10.
Radang Tenggorokan
Anak cenderung rentan terkena penyakit
radang tenggorokan. Penyakit ini terjadi karena turunnya imunitas tubuh atau
anak mengalami radang amandel.
Amandel sendiri merupakan gumpalan
jaringan yang berada di kedua sisi tenggorokan dan bisa dengan mudah
menyebabkan imunitas tubuh si Kecil turun.
11.
Penyakit Eksim pada Anak
Eksim atau dermatitis atopik adalah
kelainan kulit tersering pada anak, terutama bayi. Ketika terserang kondisi ini
anak biasanya menunjukkan gejala seperti:
- Kulit kering.
- Kemerahan.
- Bersisik.
- Gatal pada satu atau beberapa tempat seperti di wajah, leher,
lipatan siku, lipatan lutut, pergelangan kaki baik secara hilang-timbul
atau berlangsung lama (kronik).
Penyakit satu ini dianggap menjadi
salah satu masalah kesehatan yang sangat perlu mendapatkan perhatian khusus,
sebab pada sebagian besar pasien, eksim merupakan penyakit alergi awal sebelum
terjadinya asma dan rinitis alergi di kemudian hari.
Sedangkan pada eksim berat (lebih dari
50% luas permukaan tubuh) seringkali menimbulkan gangguan psikologis.
Untuk mencegah eksim, Ibu bisa
menjauhkan si Kecil dari zat-zat yang berpotensi menyebabkan kondisi ini
seperti:
- Menggunakan detergen dan sabun mandi khusus
- Menghindari aeroallergen seperti serbuk bunga, tungau, debu, wol,
kecoa, dan bulu, kulit atau kotoran hewan peliharaan.
- Menjaga suhu ruangan bayi stabil, tidak terlalu panas maupun
terlalu dingin.
Pastikan juga Ibu menjaga kuku si Kecil
agar tetap pendek dan permukaannya halus untuk mengurangi siklus garuk-garuk
yang menimbulkan luka.
12.
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi
karena terjadi penumpukan bakteri di saluran kemih. ISK menimbulkan gejala
seperti:
- Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
- Keinginan untuk segera buang air kecil berkali-kali.
- Mengompol padahal anak sudah bisa menggunakan toilet.
- Sakit perut.
- Sakit punggung.
Pengobatan untuk ISK pada masing-masing
anak akan berbeda, tergantung pada jenis bakteri yang ditemukan di dalam urin.
Untuk mengetahuinya, Ibu perlu mengajak si Kecil mengunjungi dokter spesialis
anak dan melakukan uji ISK.
13.
Bronkopneumonia
Bronkopneumonia adalah peradangan yang
terjadi pada bronkus dan alveolus akibat infeksi bakteri atau jamur. Ketika
terserang penyakit ini, anak akan mengalami sesak napas.
Ibu perlu waspada, sebab
bronkopneumonia merupakan jenis peradangan saluran pernafasan yang paling
sering terjadi pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab kematian
terbanyak akibat infeksi pada balita.
Berikut gejala yang muncul saat si
Kecil mengalami bronkopneumonia:
- Rewel.
- Demam.
- Hidung tersumbat.
- Sulit tidur.
- Tidak nafsu makan.
- Detak nadi lebih cepat.
- Bibir membiru.
- Dada tampak cekung ke dalam saat bernapas.
- Napas mengi (berbunyi “ngik”) dengan nada melengking.
Apabila menemukan gejala di atas, Ibu
harus segera membawa si Kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan
pertama sehingga si Kecil bisa kembali bernapas dengan lega.
Nah, untuk menghindarkan si Kecil dari
penyakit satu ini, Ibu perlu menjauhkan si Kecil dari asap rokok dan menerapkan
gaya hidup sehat.
Sekarang Ibu sudah memiliki pengetahuan
dasar tentang jenis-jenis penyakit yang sering menyerang si Kecil. Jadi, Ibu
memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk melakukan deteksi dini dan membantu
si Kecil agar lekas sembuh.
Terimakasih sudah membaca artikel ini.
Semoga anak Bunda menjadi Pemuda Pemudi Indonesia hebat !